Diskusi bersama Kath Papas, Produser Berpengalaman 10 tahun dari Australia
11 Juni 2012
Awal Juni 2012 lalu, Kelola beruntung kedatangan tamu seorang produser berpengalaman di seni pertunjukan yang bernama Kath Papas. Kath Papas adalah mantan direktur Ausdance Australia, yang kini menjadi produser seniman tari kontemporer. Tidak hanya berkunjung, Kath juga dengan baik hati mau membagi pengalamannya selama sepuluh tahun ini kepada seniman, penyelenggara pertunjukan, praktisi seni, para undangan Kelola di acara ini.
Kath memulai sharingnya dengan memberikan satu website http://www.the-producers.org sebagai referensi. Produser menurut Kath adalah seorang yang selalu berada di dekat, mendampingi dan peduli pada karya seniman. Seorang produser harus mempunyai strategi dan juga rencana jangka panjang. Berbeda dengan pimpinan produksi yang hanya memikirkan satu project, produser memikirkan hal-hal yang meliputi: konsep, pengembangan, premier, tur, keuangan, konteks, koneksi, marketing, juga penonton.
Kerja produser meliputi keterlibatannya pada latihan di studio, berlanjut dengan menemukan bahasa komunikasi untuk orang lain di luar seniman dan yang tidak kalah penting, memberikan tanggapan jujur terhadap karya senimannya.
Bahasa menjadi elemen yang penting menurut Kath, bagi seorang produser untuk mengkomunikasikan karya seniman ke orang lain. Begitu juga dokumentasi. Tanpa dokumentasi, seniman tidak punya alat untuk memberikan informasi ke orang lain tentang karyanya. Menurut Kath, seniman perlu menginvestasikan dana cukup banyak untuk biaya dokumentasi yang baik untuk portfolionya.
Seniman harus memikirkan serius tentang pendokumentasian, selain tentunya memproduksi karya. Walau merupakan tugas produser, seniman harus menjadi produser bagi dirinya sendiri. Kath sendiri, sengaja mempekerjakan fotografer, videografer, desainer yang kompeten.
Pendapat ahli di bidanganya masing-masing; desainer, fotografer, videographer, menurutnya sangat penting sebagai upaya cara melihat dari kaca mata lain di luar seniman dan produser yg sudah dekat dengan karya. Dengan demikian, publikasi, yang merupakan elemen penting dalam pementasan selain produksi, dapat juga digunakan sebagai "future promotion " para seniman.
Kath memberikan tips cara membuat teks publikasi sebuah karya. Menurutnya, pembuat teks publikasi harus selalu memposisikan diri sebagai seorang penonton. Apakah penontonnya jenis penonton yang penasaran dengan jalan cerita, atau penonton yang ingin tahu tentang kisah sukses seniman atau karya tersebut? Kata-kata juga harus dipilih dengan seksama, jangan sampai menggunakan kata-kata yang sukar dicerna oleh penonton.
Sebagai produser, Kath selalu menulis siapa saja seniman yang pernah bekerja sama dengannya di website pribadinya. Keterangan seniman berupa: karya dan kreditnya, media coverage, foto yang baik, dan kebutuhan (technical riders) seniman-senimannya adalah informasi yang wajiib dicantumkan di portfolio seniman-senimannya.
Dalam sesi tanya jawab, Kath menjelaskan tentang perbedaan antara produser seorang seniman dan produser sebuah festival. Seorang produser seniman, menurutnya, harus rajin meriset event-event apa yang bisa diikuti dan sesuai dengan karya senimannya. Di sisi lain, produser sebuah festival justru harus lebih focus tentang siapa saja seniman yang ingin diajak di festivalnya dan bagaimana kesesuaian jadwal yang ada.
Dari semua elemen di atas, menurut Kath hal terpenting menjadi produser adalah harus mencintai seni. “Saya tidak akan menjadi produser dari seniman yang karyanya tidak saya sukai,” ujar Kath. Produser harus percaya bahwa seniman yang dipegangnya akan terus berkembang.








