Merespon kebutuhan belajar demi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku seni budaya Indonesia, Kelola menyediakan program beasiswa pelatihan berbentuk Lokakarya berdurasi antara 3 sampai dengan 14 hari di bidang manajemen seni dan di bidang artistik. Instruktur berbagai Lokakarya yang telah Kelola selenggarakan merupakan para ahli di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri.
Beberapa Lokakarya yang sudah Kelola tawarkan kepada lebih dari 1,000 praktisi seni, dari 300 organisasi di 26 provinsi, antara lain:
Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya (MOB): melatih peserta untuk mengenali visi dan misi organisasi, menyusun rencana jangka panjang, mengelola administrasi dan keuangan, strategi pemasaran seni, merancang proyek seni, menyusun anggaran, menulis proposal, dan menggalang dana.
Lokakarya Manajemen Proyek Pertunjukan Seni (MPPS): diselenggarakan agar para pengelola organisasi dan penggiat seni budaya memahami lingkup kerja dan dan peran manajemen dalam proyek pertunjukan atau pameran atau festival seni budaya. Peserta dibekali pengetahuan bagaimana merencanakan sebuah proyek dengan lebih rinci, membuat anggaran biaya dan anggaran kas proyek, memahami aspek penting dalam promosi, merancang program penggalangan dana dan penulisan proposal, serta dapat mengendalikan proyek agar bisa berjalan sesuai rencana.
Lokakarya Tematik: dirancang sesuai kebutuhan seniman dan pekerja seni. Sehingga, materi lokakarya akan selalu berbeda setiap tahunnya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan yang ada, seperti misalnya pelatihan khusus tentang: tata cahaya; koreografi; penulisan naskah buku program pertunjukan.
Seperti program pembelajaran Kelola yang lain, program lokakarya bersifat kompetitif dan dirancang agar peserta dapat berperan aktif dalam bedah kasus, presentasi, permainan, praktek kerja dan simulasi. Kelola membuka kesempatan yang seluas luasnya untuk bekerjasama dengan berbagai pihak yang sama-sama memiliki kepedulian untuk berpartisipasi membangun dan mengembangkan SDM Indonesia.
Beberapa Lokakarya yang sudah Kelola tawarkan kepada lebih dari 1,000 praktisi seni, dari 300 organisasi di 26 provinsi, antara lain:
Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya (MOB): melatih peserta untuk mengenali visi dan misi organisasi, menyusun rencana jangka panjang, mengelola administrasi dan keuangan, strategi pemasaran seni, merancang proyek seni, menyusun anggaran, menulis proposal, dan menggalang dana.
Lokakarya Manajemen Proyek Pertunjukan Seni (MPPS): diselenggarakan agar para pengelola organisasi dan penggiat seni budaya memahami lingkup kerja dan dan peran manajemen dalam proyek pertunjukan atau pameran atau festival seni budaya. Peserta dibekali pengetahuan bagaimana merencanakan sebuah proyek dengan lebih rinci, membuat anggaran biaya dan anggaran kas proyek, memahami aspek penting dalam promosi, merancang program penggalangan dana dan penulisan proposal, serta dapat mengendalikan proyek agar bisa berjalan sesuai rencana.
Lokakarya Tematik: dirancang sesuai kebutuhan seniman dan pekerja seni. Sehingga, materi lokakarya akan selalu berbeda setiap tahunnya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan yang ada, seperti misalnya pelatihan khusus tentang: tata cahaya; koreografi; penulisan naskah buku program pertunjukan.
Seperti program pembelajaran Kelola yang lain, program lokakarya bersifat kompetitif dan dirancang agar peserta dapat berperan aktif dalam bedah kasus, presentasi, permainan, praktek kerja dan simulasi. Kelola membuka kesempatan yang seluas luasnya untuk bekerjasama dengan berbagai pihak yang sama-sama memiliki kepedulian untuk berpartisipasi membangun dan mengembangkan SDM Indonesia.
ARSIP









