Indonesia   |    English
  
  INFO      MITRA KERJA      KONTAK      SITE MAP
HOME
PROGRAM
PELUANG
DIREKTORI
LINKS
DUKUNG
KATA PANGGUNG
TENTANG KAMI
     
     
   
 
GO
 
     
   
KELOLA
Jl. Cikatomas II no. 33
Jakarta 12180 Indonesia
Tel: +62.21.7399311
Fax: +62.21.7221284
Email:
info@kelola.or.id
   
     
   
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  Cemplung, Terinspirasi Tari Tradisi yang Hampir Punah; Can Macanan Kaduk

Adinda Miranti berinovasi yang sangat masuk akal, baik dalam ekspresi kehidupan, kebingungan pikir maupun nuansa alam yang membangun, dan semua ini dimunculkan dalam gerak tari karya Cemplung yang meraih Hibah Seni Kelola-HIVOS 2009. Karya ini dipentaskan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Universitas Jember, Jl. Kalimantan – Kampus Tegal Boto, Jember, 10-11 Juni 2009.

Cemplung adalah sebuah tari kontemporer yang mengacu pada keberadaan seni tradisional di Jember yang bernasib kurang baik, bahkan diambang kepunahan yaitu Can Macanan Kaduk.

Kesenian ini berekspresi seperti Barong (Bali) atau Barongsai (China), dua orang yang masuk dalam sebuah model binatang buas harimau yang terbuat dari karung (kadu’ – Madura), minimalis memang tetapi sanggup mewakili salah satu seni budaya di Jember. Adinda Miranti mempunyai keprihatinan tentang hal itu, oleh sebab itu dia berupaya menterjemahkan dalam tari agar penonton atau masyarakat mau lebih peduli pada seni Can Macanan Kaduk.

Cemplung digarap modern dengan alur cerita tentang kesengsaraan situasi saat itu, semua masih serba minim, gelap tanpa listrik, pekerjaan seadanya. Masyarakat setiap hari disibukkan dengan aktivitas yang kurang menguntungkan dalam segi finansial, sementara rimbunnya alam pedesaan memproduksi sampah yang setiap hari harus dibersihkan, menyapu, memanggul keranjang, hidup diliputi kepenatan. Mereka berolah pikir bahwa seni harus dihidupkan agar masyarakat memiliki hiburan. Melihat keseharian masyarakat memanggul karung, menyunggi keranjang, maka muncullah ide untuk merajut kehidupan itu dalam seni memainkan karung dan keranjang, maka muncullah penyempurnaan sebagai seni Can Macanan Kaduk (bentuk Harimau dari karung).

Sisi inovasi dari karya Adinda Miranti ini adalah keberanian mengungkapkan keadaan, penggarapan tari dengan menggabungkan gerak teatrikal, kontemporer, modern dan tradisional, penggarapan suasana mampu membuat penonton kembali berpikir bahwa kesenian Can Macanan Kaduk berangkat dari rasa perjuangan untuk lepas dari kepenatan dan keprihatinan, maka perlu kita hargai perjuangan seniman Can Macanan Kaduk.

Pemntasan ini dihadiri oleh kurang lebih 300 orang yang artinya memenuhi kapasitas gedung yang ada. Tanggapan penonton cukup baik, karena antusias menonton, diam terpesona dan tidak meninggalkan gedung selama pertunjukan. (Pemantau: Supartu dan Alfandi, Radio Suara Akbar Jember)

Back ]





   
Copyright ©2006 Kelola All Rights Reserved. Site designed and developed by Mataweb.net