>>
Michael Asmara
Biografi
Pria kelahiran Jakarta, 17 Juni 1956 merupakan salah satu dari komponis garda depan di Indonesia bersama-sama dengan Slamet Abdul Sjukur, Otto Sidharta, dan Tony Prabowo. Sebagai seorang komponis, ia mendapat pendidikan formal di bidang harmoni, kontrapung, dan analisis musik pada Akademi Musik Indonesia Yogyakarta (sekarang menjadi ISI Yogyakarta) dari tahun 1980-1983. Meski pada masa tersebut awalnya ia menekuni instrumen gitar dan piano, namun ia kemudian memutuskan untuk menekuni dunia komposisi dan belajar secara otodidak. Karya musiknya sendiri telah ditampilkan di berbagai festival mancanegara antara lain Asian Music Festival (2003 Tokyo, 2005 Thailand, 2011 Taiwan) International Symposium The Timbre of Hue Vietnam maupun di dalam negeri seperti festival akbar Art Summit Indonesia 2007.

Beberapa pencapaian juga telah ia capai misalkan mendapat penghargaan juara pertama Humorous Dance Festival di Jakarta tahun 1986 yang menjadi salah satu titik perkembangan karirnya sebagai komponis. Selain itu juga karyanya “a piece for piano no. 10” dan “a little piece for pianoforte” menjadi repertoar yang dimainkan pianis ternama Jerman, Steffen Schleirmacher, dan didokumentasikan dalam CD Indonesian Piano Avant-garde. Ia juga kerap menerima komisi komposisi dari berbagai tempat ataupun ensemble ternama seperti Izumi Hall Osaka, Eduard von Beinum Fondation, Ensemble Omega Jerman, Shin Nakagawa/Gamelan Margasari in Osaka, dan Dutch Music Chamber Company Holland.

Ia merupakan sosok yang penting dalam mendirikan sebuah festival musik tahunan yang cukup besar di Indonesia yaitu Yogyakarta Contemporary Music Festival yang ia gagas sejak tahun 2003, dimana dalam festival ini menampilkan musik-musik baru dengan berbagai format dari berbagai negara. Selain sebagai pimpinan artistic YCMF ia juga menjadi aktif menjadi juri kompetisi di berbagai acara kompetisi komposisi seperti South East Asian Young Composer Competition 2012 dan Singapore Chinese Orchestra Composition Competition.
 
Matius Shan Boone - penulis
Profil
Musik-musik Michael Asmara mungkin berbeda dengan idiomatik dan gaya bahasa musik-musik yang biasa dikenal oleh masyarakat Indonesia, terdengar sangat maju dan modern, bahkan mungkin bisa dikatakan jauh melebihi pengertian modern menurut masyarakat awam. Budaya musik Jawa dimana ia dibesarkan dan pengaruh pendidikan musik Barat membentuk karya-karya musiknya memiliki kombinasi yang unik antara filosofi-filosofi Timur dengan bahasa-bahasa dan idiom musik Barat.

Dalam hal ini, musiknya terpengaruh oleh komponis dengan latar belakang budaya Timur seperti Ki Warsitodipura dan Toru Takemitsu dan komponis-komponis Eropa garda depan seperti Pierre Boulez. Hal ini dapat terlihat dari kentalnya unsur penggunaan deret-deret nada tertentu dalam music Michael Asmara yang nampaknya adalah pengaruh dari gaya music twelve tone yang berkembang pada paruh pertama abad 20 di Eropa dan menjadi ciri khas dari Pierre Boulez. Karya-karyanya sendiri banyak mengeksplorasi konsep-konsep budaya musik Timur misalkan dalam karya a little piece for piano yang memiliki nada-nada yang panjang, menyisakan ruang yang sangat banyak untuk keheningan dan menimbulkan suasana meditatif yang menjadi ciri khas musik Timur pada umumnya.

Pengaruh musik gamelan juga sangat nyata dalam penggunaan ritme-ritme gamelan yang diaplikasikan ke dalam instrument-instrumen barat seperti piano, selain itu musiknya juga mengeksplorasi warna suara gamelan, misalkan dengan permainan not-not yang panjang dan bergema pada piano seperti layaknya gema gong atau gender dalam sebuah orkestra gamelan. Aspek keterlibatan penonton yang sangat kental dalam budaya Timur juga nampak dalam karya ”Interaction” dan “Cooking Music” dimana penonton menjadi bagian dari proses penampilan karya tersebut.

Dalam hal ini filosofi musik Timur yang kental sangat mempengaruhi proses penciptaan maupun penampilan karyanya sehingga dirinya dapat disebut sebagai komponis berkebangsaan dua, yaitu komponis Jawa Indonesia yang hidup dengan budayanya di satu sisi dan di sisi lain merupakan komponis global yang terbuka terhadap segala budaya, seorang komponis yang meleburkan dirinya bukan pada satu sisi tapi menjadi satu kesatuan budaya dunia.

Matius Shan Boone - penulis
Karya
Clapping Dance (1986)
A Little piece for pianoforte (2000), diterbitkan oleh American Gamelan Institute.
A piece for pianoforte no. X (2003)
Cooking Music for (2004), diterbitkan oleh American Gaamelan Institute
A piece for bonang (2006), diterbitkan oleh American Gamelan Institute
Lament ( (for oboe, violon cello, piano and percussion)-200, di terbitkan oleh Perifera Sheet Music Barcelona Spain
Three pieces (for solo violin) -2008, di terbitkan oleh Perifera Sheet Music Barcelona Spain
Plumeria Acuminata (2011)

Kontak
Michael Asmara
Jl. Ki Mangunsarkoro 55, Yogyakarta 55111. Yogyakarta Special Region
Phone:+62.274.523.662.
Email:sounds05@gmail.com
 
Kunjungi blog kami di: www.kelola.or.id/blog
Informasi terbaru kegiatan Kelola, Klik disini