Pemberdayaan Seniman Perempuan
Hibah Seni
Program
BERITA TERBARU
Pertunjukan Tari "Lengger Laut"
26 Agustus 2014
Koreografer: Otniel Tasman, Peraih Hibah Seni Kelola 2014 - Kategori Karya Inovatif. lanjut
Pertunjukan Tari "Demi Massa"
26 Agustus 2014
Bongkar Kandang WAJIWA "Demi Massa" Pertunjukan Tari karya Koreografer Alfiyanto - Peraih Hibah Seni Kelola 2014, Kategori Karya Inovatif. lanjut
Alfiyanto Menyoroti Perubahan Masif
25 Agustus 2014
Sebuah pementasan tari karya Alfiyanto yang menyoroti perubahan masif desa menjadi metropolitan akan mengisi akhir pekan di pengujung Agustus 2014. Demi Massa (Menuju Titik Nol), demikian judul pementasan WaJiWa Bandung Dance Theater, siap digelar di Rumah Kreatif WaJiWa, Bandung. lanjut
Kreasi Otniel Tasman yang Menghanyutkan
23 Agustus 2014
Bersiaplah terhanyut kala memirsa Lengger Laut karya Otniel Tasman, yang akan dipentaskan pada 29-30 Agustus 2014 di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta. Sang peraih Hibah Seni Kelola 2014 mengibaratkan lakon ini bagai gelombang samudra. lanjut
 
Dari Mobil-mobilan Kulit Semangka, Lahirlah Kesadaran dan Keberdayaan
21 Maret 2014
Sekitar seratusan anak usia tiga hingga belasan tahun, didampingi beberapa ibu, melakukan karnaval di bawah terik matahari siang nan panas di jalanan Desa Pawis Hilir, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Siang itu, Kamis, 27 Februari 2014, mereka mempresentasikan berbagai budaya dan potensi lokal, seperti mainan anak-anak berbahan lokal atau bahan bekas, pakaian tradisional, profesi lokal, dan berbagai karakter fantasi anak-anak. Ada yang bermain egrang bambu, mobil-mobilan dari kayu, bambu, kulit semangka, kaleng dan kardus bekas. Mainan dari batok kelapa, pernik dari tangkai daun singkong, baling-baling dari biji karet, juga tidak ketinggalan. Ada pula gadis-gadis kecil dengan kostum kupu-kupu yang sayapnya terbuat dari kardus mie instan, dengan mahkota dari dedaunan yang bertengger indah di kepalanya. lanjut
Semangat Maju dari Kampung Terpencil di Bawah Bukit Bokor: Kesenian Tradisional Jonggan sebagai Bentuk Keberdayaan Warga Maro’o
18 Maret 2014
Dari jalan utama Desa Gombang yang beraspal cukup bagus, ada persimpangan jalan padas bercampur tanah liat yang sangat licin di musim hujan, dengan tebing curam yang rawan longsor di sepanjang pinggirannya. Jangan berharap bisa melewati jalan ini dengan mobil. Saat musim hujan, motor pun tak bisa melaluinya, kecuali pengendaranya berpengalaman. Jalan berkelok-kelok yang membelah hutan ini membentang sekitar lima kilometer, dengan kontur tanjakan dan turunan yang sering sangat curam. Inilah satu-satunya jalan menuju Dusun Maro’o, sebuah dusun kecil dan terpencil bagian dari Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. lanjut
 
Kunjungi blog kami di: www.kelola.or.id/blog
Informasi terbaru kegiatan Kelola, Klik disini

Dukung Kelola