Pemberdayaan Seniman Perempuan
Hibah Seni
Program
BERITA TERBARU
Darlane Litaay, dari Jalanan ke Panggung Dunia
31 Oktober 2014
Dua malam berturut-turut (31/10-1/11) , penari asal Papua, Darlane Litaay, siap mementaskan Puncak Pesisir Telinga Tropis di aula aula SMK Negeri 2 di Jayapura, Papua. Didukung tim berjumlah hampir 20 orang—dari penari, pemusik sampai fotografer—Darlane siap menghadirkan "Kekuatan kaki di tari Papua di mana ritmis dan repetitif menjadi penting karena di situlah letak intensitasnya. lanjut
Dengarkan Suara Hati Nabilla Rasul
30 Oktober 2014
Berbagai kasus penindasan terhadap kaum perempuan?termasuk yang dialami ibunya sendiri?membuat sutradara dan koreografer Nabilla Rasul prihatin sekaligus tergerak untuk menciptakan karya bertajuk Suara. Lewat karyanya tersebut, indra dengar penikmat seni akan dibuai oleh aksi peraih Hibah Cipta Perempuan Kelola ini di Goethe Haus selama akhir pekan, 1 dan 2 November 2014. lanjut
Program Officer for Culture & Development Cooperation in Indonesia
24 Oktober 2014
The Embassy of Denmark together with the Danish Centre for Culture and Development (CKU) is looking for a programme officer (PO) for the Culture & Development Programme in Indonesia. We are therefore accepting applications to fill the position as PO. lanjut
Pak Presiden, Dengarkan Suara Seniman
24 Oktober 2014
"Seniman sendiri sudah kreatif tanpa ada campur tangan pemerintah. Tetapi akan lebih baik jika pemerintah ikut membantu. lanjut
 
Dari Mobil-mobilan Kulit Semangka, Lahirlah Kesadaran dan Keberdayaan
21 Maret 2014
Sekitar seratusan anak usia tiga hingga belasan tahun, didampingi beberapa ibu, melakukan karnaval di bawah terik matahari siang nan panas di jalanan Desa Pawis Hilir, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Siang itu, Kamis, 27 Februari 2014, mereka mempresentasikan berbagai budaya dan potensi lokal, seperti mainan anak-anak berbahan lokal atau bahan bekas, pakaian tradisional, profesi lokal, dan berbagai karakter fantasi anak-anak. Ada yang bermain egrang bambu, mobil-mobilan dari kayu, bambu, kulit semangka, kaleng dan kardus bekas. Mainan dari batok kelapa, pernik dari tangkai daun singkong, baling-baling dari biji karet, juga tidak ketinggalan. Ada pula gadis-gadis kecil dengan kostum kupu-kupu yang sayapnya terbuat dari kardus mie instan, dengan mahkota dari dedaunan yang bertengger indah di kepalanya. lanjut
Semangat Maju dari Kampung Terpencil di Bawah Bukit Bokor: Kesenian Tradisional Jonggan sebagai Bentuk Keberdayaan Warga Maro’o
18 Maret 2014
Dari jalan utama Desa Gombang yang beraspal cukup bagus, ada persimpangan jalan padas bercampur tanah liat yang sangat licin di musim hujan, dengan tebing curam yang rawan longsor di sepanjang pinggirannya. Jangan berharap bisa melewati jalan ini dengan mobil. Saat musim hujan, motor pun tak bisa melaluinya, kecuali pengendaranya berpengalaman. Jalan berkelok-kelok yang membelah hutan ini membentang sekitar lima kilometer, dengan kontur tanjakan dan turunan yang sering sangat curam. Inilah satu-satunya jalan menuju Dusun Maro’o, sebuah dusun kecil dan terpencil bagian dari Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. lanjut
 
Kunjungi blog kami di: www.kelola.or.id/blog
Informasi terbaru kegiatan Kelola, Klik disini

Dukung Kelola