Pemberdayaan Seniman Perempuan
Hibah Seni
Program
BERITA TERBARU
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H
24 Juli 2014
Yang Sublim dan Bocor di Bazaar Art
22 Juli 2014
Menilik aksi Papermoon Puppet Theater, sang peraih Hibah Seni Kelola, di Bazaar Art.. lanjut
Irwan Jamal Menyentil Kaum Intelektual
19 Juli 2014
Bayangkan, apa jadinya bila kaum intelektual yang menguasai ilmu tidak berpihak pada kemanusiaan? "Mereka akan menjadi orang yang sangat berbahaya, sangat berkuasa dengan ilmu pengetahuannya," ujar Irwan Jamal perihal tema besar Universitas Orang-Orang Mati yang dipentaskan oleh Teater Piktorial di tiga kota pada akhir Juni 2014. Lakon musikal ini adalah bagian dari Kartun Hitam karya Irwan, satu dekade silam. lanjut
Dentang Keprihatinan I Made Arnawa
19 Juli 2014
Lewat Genta Hradaya, I Made Arnawa siap menyuarakan kata hatinya yang terdalam. Karya seni musik ini akan dipentaskan di Rumah Budaya Penggak Men Mersi, Bali, pada 15-16 Agustus 2014 mendatang. lanjut
 
Dari Mobil-mobilan Kulit Semangka, Lahirlah Kesadaran dan Keberdayaan
21 Maret 2014
Sekitar seratusan anak usia tiga hingga belasan tahun, didampingi beberapa ibu, melakukan karnaval di bawah terik matahari siang nan panas di jalanan Desa Pawis Hilir, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Siang itu, Kamis, 27 Februari 2014, mereka mempresentasikan berbagai budaya dan potensi lokal, seperti mainan anak-anak berbahan lokal atau bahan bekas, pakaian tradisional, profesi lokal, dan berbagai karakter fantasi anak-anak. Ada yang bermain egrang bambu, mobil-mobilan dari kayu, bambu, kulit semangka, kaleng dan kardus bekas. Mainan dari batok kelapa, pernik dari tangkai daun singkong, baling-baling dari biji karet, juga tidak ketinggalan. Ada pula gadis-gadis kecil dengan kostum kupu-kupu yang sayapnya terbuat dari kardus mie instan, dengan mahkota dari dedaunan yang bertengger indah di kepalanya. lanjut
Semangat Maju dari Kampung Terpencil di Bawah Bukit Bokor: Kesenian Tradisional Jonggan sebagai Bentuk Keberdayaan Warga Maro’o
18 Maret 2014
Dari jalan utama Desa Gombang yang beraspal cukup bagus, ada persimpangan jalan padas bercampur tanah liat yang sangat licin di musim hujan, dengan tebing curam yang rawan longsor di sepanjang pinggirannya. Jangan berharap bisa melewati jalan ini dengan mobil. Saat musim hujan, motor pun tak bisa melaluinya, kecuali pengendaranya berpengalaman. Jalan berkelok-kelok yang membelah hutan ini membentang sekitar lima kilometer, dengan kontur tanjakan dan turunan yang sering sangat curam. Inilah satu-satunya jalan menuju Dusun Maro’o, sebuah dusun kecil dan terpencil bagian dari Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. lanjut
 
Kunjungi blog kami di: www.kelola.or.id/blog
Informasi terbaru kegiatan Kelola, Klik disini

Dukung Kelola